Monday, 12 May 2014

Animals Indonesia Membantu 'Elsa" Harimau Sumatera

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang saat ini berada dalam kondisi terancam punah. Pada tanggal 2 April 2012, seekor harimau sumatera yang terperangkap jerat pemburu liar di lokasi sekitar HGU PT. Dinamika Selaras Jaya, Divisi 1, Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Harimau dewasa berjenis kelamin betina yang diberi nama “Elsa” ini pertama kali ditemukan terjerat oleh tim Tata Batas HGU dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu pada hari Rabu pagi tanggal 2 April 2014. Pada saat terjerat harimau tersebut ditunggu oleh dua ekor harimau lainnya. Namun karena kondisi cuaca dan jalan buruk serta harimau telah berpindah-pindah lokasi beberapa kali sambil masih membawa jerat di kaki depan yang telah terputus dan masuk kedalam semak belukar sekitar hutan sehingga sulit terlihat maka baru dapat dievakuasi pada tanggal 3 April 2014 oleh Tim Rescue BKSDA Bengkulu untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di BKSDA Bengkulu. Tanggal 5 April 2014, karena kondisi kaki depan sebelah kanan yang terjerat telah membusuk, segera dilakukan tindakan amputasi untuk menghindari infeksi yang dapat membahayakan nyawa harimau tersebut.

Menurut dokter hewan Erni Suyanti, dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu sebelum akhirnya Elsa benar benar pulih. Selama masa pemulihan ini dibutuhkan dana untuk perawatan medis dan pakan yang tidak sedikit. Untuk itu Animals Indonesia berkomitmen untuk membantu BKSDA Bengkulu untuk perawatan Elsa. Banyak pihak sudah tergugah untuk mengadakan fund rising untuk perawatan Elsa. Hingga kini telah dilakukan pemeriksaan standar untuk Elsa yakni pengobatan, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, rambut dan ektoparasit, pemeriksaan feses (kotoran) dan pemberian obat anti parasit, morfometri (pengukuran tubuh), photo gigi untuk estimasi umur dan photo loreng untuk identifikasi individu. Kondisi tubuh masih gemuk saat dievakuasi dari jerat, sehingga direkomendasikan pemberian pakan minimal yakni 6% dari berat badan per hari pada minggu pertama selama perawatan pasca operasi. Pemberian minum disediakan ad libitum (sepanjang hari) melalui slang yang telah terpasang di kandang perawatan guna mencegah dehidrasi. Nutrisi yang baik dan tidak dehidrasi merupakan faktor utama yang membantu mempercepat penyembuhan luka. Pemberian pakan 6% dari berat badan per hari atau sekitar 5 kg per hari. Pagi : 2,5 kg daging sapi dan sore 2 ekor ayam kampung. Pemberian pakan untuk sementara dua kali sehari disesuaikan dengan jadwal pemberian obat per oral dua kali sehari.

Namun kini belum bisa dipastikan, apakah Elsa dengan kondisinya kini masih bisa dikembali ke hutan atau tidak. Karena kondisi Elsa yang sudah dievakuasi dan dibawa oleh BKSDA Bengkulu untuk perawatan medis, membuat dia kesulitan untuk beradaptasi jika dikembalikan lagi ke hutan. Harapan terbaik saat ini, semoga Elsa bisa dikembalikan lagi ke rumahnya.

No comments:

Post a Comment