Thursday, 16 October 2014

TUTUP NERAKA SATWA BLITAR

Press Release 

Pada hari ini, Animals Indonesia mendesak Kementerian Kehutanan untuk segera menutup Kebun Binatang Sentul di Blitar. Surat desakan tersebut disampaikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur di Surabaya dengan tembusan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam di Jakarta. Penutupan harus segera dilakukan agar satwanya tidak menderita lebih lama lagi. 


Elizabeth Laksmi, juru kampanye Animals Indonesia memberikan pernyataan sebagai berikut: 
“Kami sudah mencoba melakukan assesment untuk membantu pengelolanya melakukan perbaikan - perbaikan kondisi, namun hal itu hampir mustahil dilakukan. Lahannya terlalu sempit dan berada di tengah pemukiman masyarakat. Hanya memperburuk suasana di sekitaran komplek makam Bung Karno saja.” 
Secara teknis, kebun binatang seharusnya memenuhi standar dasar kesejahteraan satwa liar. Ada 5 standar dasar yang harus dipenuhi, yakni: 
  1. satwa harus bebas dari rasa lapar dan haus.
  2. satwa harus bebas dari rasa sakit dan penyakit.
  3. satwa harus bebas mengekpresikan perilaku alaminya.
  4. bebas dari ketidaknyamanan fisik.
  5. bebas dari rasa takut dan tertekan. 

Dalam beberapa kali assesement yang dilakukan oleh pihak Animals Indonesia, beberapa satwa liar langka yang dilindungi seperti Lutung Jawa, Owa Jawa, Siamang, Merak, Kasuari, Kakatua Jambul Kuning, Elang Brontok, Elang Bido, Rangkong, Buaya dan Rusa Bawean, dalam kondisi yang sangat buruk. 
“Secara hukum, kebun binatang tersebut illegal karena tidak memiliki ijin sebagai Lembaga Konservasi Ex Situ. Kementerian Kehutanan sudah seharusnya melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui asal muasal satwa tersebut. Diduga, satwa - satwa tersebut dibeli dari perburuan dan perdagangan illegal. Kalau sudah begini, urusannya adalah pidana. Undang Undang No 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya telah jelas mengaturnya.” 

Kebun binatang merupakan bisnis yang sarat modal dan sangat dekat dengan bisnis illegal perburuan dan perdagangan satwa liar langka dan dilindungi. Tindakan tegas mutlak diperlukan agar situasi serupa tidak terus berulang. 

Informasi dan wawancara harap menghubungi: 
Elizabeth Laksmi
Telepon : 081227103052 
Email : elizabeth@animalsindonesia.org

No comments:

Post a Comment