Monday, 22 December 2014

BEBASKAN SATWA LIAR DARI KEKEJAMAN DI CAR FREE DAY.

Siaran Pers



Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Malang, yang berlangsung setiap hari Minggu di Jalan Ijen, telah menjadi ajang kejahatan dan kekejaman terhadap satwa liar. Kelompok - kelompok penggemar satwa liar, memamerkan koleksinya kepada masyarakat dengan beragam tujuan; mulai dari sekedar menunjukkan mempromosikan kegiataannya untuk menggalang anggota baru dan mencari uang seperti berfoto bersama dengan satwa liar hingga pertunjukan seperti topeng monyet.



Animals Indonesia mendesak Wali Kota Malang Muhammad Anton atau Abah Anton untuk segera melarang kegiatan - kegiatan tersebut, dengan beberapa pertimbangan:

1.  Satwa yang dipamerkan seringkali berbahaya bagi keselamatan masyarakat dan tidak adanya jaminan bahwa para pemiliknya dapat mengendalikannya. Misalnya; ular kobra.
2.  Memelihara satwa liar adalah cara yang keliru untuk mencintai satwa liar. Maraknya hobi memelihara satwa liar telah memicu perburuan dan perdagangan, yang mana ini mengancam populasi di alam.
3.  Satwa liar dapat menularkan penyakit kepada manusia (zoonosis), misalnya monyet. Atas alasan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melarang pertunjukan topeng monyet.
4.  Satwa liar yang dipamerkan adalah jenis - jenis satwa liar yang dilindungi. Jelas dan terang bahwa hal ini adalah perbuatan melawan hukum, misalnya: Sanca Bodo (Phyton morulus bivitatus), Binturong (Arctictis binturong), Sailfin lizard (Hydrosaurus amboinensis).



Sudah seharusnya Pemerintah Kota Malang melakukan pembinaan yang lebih baik pada kegiatan Car Free Day, agar tidak ditelikung menjadi kegiatan yang melanggar harmoni pada lingkungan. Larangan pada setiap kejahatan dan kekejaman terhadap satwa liar adalah langkah strategis yang harus segera dijalankan.



Informasi dan wawancara: Elizabeth Laksmi
Telepon          : 081227103052
Email              : elizabeth@animalsindonesia.org

No comments:

Post a Comment