Tuesday, 9 December 2014

SENAPAN ANGIN DAN PEMBANTAIAN SATWA LIAR

Siaran Pers. 

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SENJATA API UNTUK KEPENTINGAN OLAHRAGA, senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak sasaran atau target (pasal 5) dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan (pasal 6). Dengan demikian, seluruh kegiatan perburuan satwa liar dengan menggunakan senapan angin adalah menyalahi Peraturan Kapolri tersebut. 

Penyalahgunaan senapan angin sebagai senjata buru telah biasa terjadi dan menyebabkan pembunuhan satwa liar secara membabi buta, baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Selama 6 bulan terakhir, Animals Indonesia dan Centre for Orangutan Protection (COP) melakukan penyelidikan mendalam bagaimana senapan angin berdampak pada satwa liar, termasuk orangutan. Penyelidikan dilakukan secara terpisah di Jawa Timur, Yogya,  Kalimantan dan jejaring sosial. 

Alasan perburuan sangat beragam. Di Sumatra dan Kalimantan, satwa liar seperti orangutan dan monyet dianggap sebagai hama. Di Jawa, perburuan lebih sering dilakukan sebagai hoby, bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau mengatasi masalah hama. Mereka tergabung dalam klub menembak, berburu dan perorangan. Dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, aktivitas perburuan di Malang relatif lebih massive. Para pelakunya beragam, mulai orang - orang yang berpendidikan dan melek hukum seperti guru dan pegawai negeri sipil, hingga remaja yang tidak berpendidikan memadai. 

Polri sebagai otoritas pengelolaan senjata api telah berhasil mengendalikan peredaran dan penggunaan Airsoft Gun. Hal serupa dapat pula diterapkan pada senapan angin karena memiliki nilai strategis, yakni melindungi satwa liar Indonesia dari pembantaian yang tidak perlu. Razia kepemilikan dan perijinan, termasuk penyitaan senapan angin sudah mendesak untuk dilakukan guna mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak. 


Untuk wawancara dan informasi lebih lanjut: 

Suwarno, Direktur Animals Indonesia. 
Telepon : 082233951221. 

Catatan redaksi: 

 Orangutan sebagai salah satu satwa liar yang paling dilindungi di Indonesia juga menjadi korban. Pada tanggal 3 Desember 2014, satu orangutan betina tewas karena ditembaki dengan senapan angin di Kalimantan Tengah. Sebanyak 40 butir peluru ditemukan dalam tubuhnya setelah diotopsi oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF). Pada tanggal 30 September 2014, Yayasan Orangutan Sumatra Lestari (YOSL - OIC) menemukan orangutan yang sudah tewas dengan 8 peluru senapan angin yang tembus ke dalam otaknya. Pada Pebruari 2012 COP menolong satu orangutan jantan di Bontang, Kalimantan Timur. Orangutan tersebut menderita luka tembak senapan angin. 

No comments:

Post a Comment