Wednesday, 7 January 2015

SELAMATKAN SHINTA DAN NATASYA DARI GL ZOO

Siaran Pers


Januari 2015 adalah awal yang buruk dalam kehidupan Shinta (23 tahun) dan Natasya (24 tahun), Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dari Pusat Konservasi Gajah Seblat, Bengkulu. Mereka berdua telah dikirim ke Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta.

Elizabeth Laksmi, juru kampanye Animals Indonesia memberikan pernyataan sebagai berikut:

Ini seperti pemindahan dari surga ke neraka.  Pusat Konservasi Gajah Seblat terletak di dalam Taman Wisata Alam Seblat yang luasnya 7000 hektar, habitat alami gajah. Selama 7 hari dalam sebulan, Natasya dan Shinta mendapatkan jatah 7 hari untuk mengeksplorasi kawasan. Gajah - gajah di sana terbiasa mendapatkan yang terbaik dari alam secara langsung. Dalam perjalanan tersebut, mereka bisa memakan pakan - pakan alami dan mineral di permukaan tanah. Juga air untuk minum dan mandi di sungai yang mengalir. Mereka tidak akan mau minum dari air yang tergenang. Bandingkan dengan kondisi di Gembira Loka. Mereka hanya akan menempati area seluas kira - kira 2 lapangan basket.

Gajah memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan teman - temannya. Shinta dan Natasya pasti sangat sedih dipisahkan dari kawanannya. Mereka berdua bisa sangat stress. Apalagi kondisi lingkungannnya sangat berbeda. Di Seblat mereka hanya bertemu dengan orang - orang tertentu saja di habitat alaminya, sedangkan di Yogya mereka akan hidup di antara kerumunan orang - orang dan diduga kuat akan dijadikan tunggangan untuk menghibur para pengunjung. Shinta dan Natasya harus beradaptasi dan bisa jadi akan melalui pelatihan yang berat, kejam dan tanpa ampun.

Animals Indonesia menolak pemindahan Shinta dan Natasya. Ini adalah preseden buruk bagi konservasi Gajah Sumatra. Jika tidak dilawan, akan banyak gajah - gajah dipindahkan dari habitat alaminya ke kebun binatang. Mereka harus dikembalikan lagi ke Bengkulu.


Pusat Konservasi Gajah Seblat adalah rumah bagi 18 gajah binaan dan setidaknya 60 gajah liar. Populasi gajah di Sumatra sudah sangat mengkhawatirkan. Jumlahnya diperkirakan 2400 2800 ekor (menurut WWF, tahun 2000), paling sedikit jika dibandingkan dengan jenis gajah - gajah lain. Wajar jika International Union for Conservation of Nature(IUCN) menyatakan statusnya sebagai Kritis (Critically Endangered). Hanya selangkah lagi menuju kepunahan. 



Informasi dan wawancara harap menghubungi:
Elizabeth Laksmi
Telepon           : 081227103052
Email               : elizabeth@animalsindonesia.org

No comments:

Post a Comment