Wednesday, 17 February 2016

ANIMALS INDONESIA LAPORKAN KOMACI FAUNA MALANG KE DITJEN GAKUM KLHK

Setelah berhasil rilis data perdagangan illegal satwa liar dilindungi pedagang satwa  yang tergabung dalam jaringan Kota Malang Cinta Fauna (KoMaCi Fauna), Hari ini Animals Indonesia dan Orangufriends COP kirim surat ke Dirjen Penegakan Hukum (GAKUM) KLHK, mendesak untuk melakukan tindakan hukum  pada kelompok pedagang satwa ini.

Animals Indonesia mendesak agar kegiatan illegal perdagangan satwa dilindungi segera ditertibkan dengan melakukan tindakan hukum agar perdagangan satwa liar dilindungi dapat ditekan terutama satwa yang sudah dinyatakan apendix dan terancam punah.

Perdagangan satwa secara online dan publikasi kegiatan gathering yang dilakukan oleh kelompok ini dapat memicu tingkat perburuan satwa di habitatnya.

Terancam punahnya satwa Indonesia disebabkan salah satu faktor tertinggi adalah perdagangan illegal, perburuan, perubahan fungsi habitat menjadi kawasan industri perkebunan dan perusakan hutan.

Apapun bentuk aktivitas yang melanggar hukum tetap menjadi ancaman kelestarian satwa dan pelakunya dijerat dengan UU No. 5 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa“Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)”.

No comments:

Post a Comment