Monday, 8 February 2016

CAR FREE DAY MALANG (SUDAH) TANPA SATWA LIAR

Sejak november 2014 Animals Indonesia dan Orangufriends Jawa Timur menentang gathering kelompok “pet lovers” satwa liar bahkan ada juga satwa dilindungi di Car Free Day (CFD) yang digelar setiap hari minggu di Jalan Ijen Kota Malang. Kini Car Free Day (CFD) Malang sudah bebas dari pameran dan gathering pet lover satwa liar. Yang diperbolehkan hanyalah kelompok pecinta satwa domestik anjing dan kucing. Larangan ini mengacu pada peraturan daerah tentang ketertipan umum di tempat publik. Dengan dasar peraturan itu petugas yang ditunjuk menyelenggarakan event CFD  telah melarang pertunjukan satwa liar.

kelompok pet lovers satwa liar tak hanya kumpul bersama dan diskusi dengan para anggotanya tapi juga memamerkan koleksinya kepada masyarakat dengan beragam tujuan mulai dari sekedar menunjukkan dan mempromosikan kegiatannya juga untuk menggalang anggota baru bahkan juga untuk mendapatkan uang seperti foto dengan satwa liar hingga pertunjukan topeng monyet. Selain itu juga menawarkan kepada pengunjung untuk membeli satwa yang sedang dibawanya. Saat gathering, satu orang tak hanya bawa satu ekor satwa liar tapi bisa lebih.

Hingga kini pelihara satwa liar adalah cara yang keliru untuk mencintai satwa liar. Maraknya hobi memelihara satwa liar telah memicu perburuan dan perdagangan yang mana hal ini dapat mengancam populasinya di alam.

Selama ini para pet lovers tak merasa melakukan kesalahan karena menganggap bahwa mereka melakukan gathering hanya untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang upaya mencintai dan menyelamatkan satwa, bahwa hewan buas dan beracun tidak membahayakan jika dipelihara sebagai hewan pet. Hal ini dapat memicu perburuan dan perdagangan satwa liar di habitatnya karena permintaan yang terus meningkat sedangkan jumlahnya di habitat alaminya terus menurun karena berbagai faktor.

Satwa liar juga dapat menularkan penyakit kepada manusia (zoonosis), misalnya monyet. Selain itu satwa liar yang dipamerkan juga jenis-jenis satwa yang dilindungi. Sudah jelas bahwa hal ini adalah perbuatan melanggar hukum, misalnya Sanca Bodo (Phyton morulus bivitatus), Binturong (arctictis binturong), Sailfin lizard (Hydrosaurus ambionensis).

No comments:

Post a Comment