Wednesday, 27 July 2016

LIMA ORANGUTAN SUMATERA SELAMAT DARI TANGAN PEDAGANG ILLEGAL

Dalam seminggu ini, Direskrimsus Mabes Polri dibantu Animals Indonesia, COP dan JAAN berhasil gagalkan perdagangan 5 (lima) bayi Orangutan sumatera (Pongo abelli) di dua tempat yang berbeda. Menurut catatan, Ini adalah tangkapan terbesar perdagangan orangutan yang pernah terjadi.

Satu ekor Orangutan berhasil digagalkan dari tangan seorang pedagang berinisial HY (33 tahun) di depan pintu keluar Terminal Kampung Rambutan Jakarta pada Minggu siang, 24 Juli 2016, sedangkan 4 (empat) ekor orangutan lainnya berhasil digagalkan dari seorang pedagang berinisial (B) di Kota Medan, Sumatera Utara.

Tiga bayi orangutan disimpan dalam kandang besi sempit, sedangkan satu bayi orangutan dalam kondisi leher terikat tali tambang dibungkus dalam karung. Pelaku mengaku mendapatkan keempat bayi orangutan dari Aceh Selatan. Diduga bayi orangutan didapatkan oleh pemburu dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat bayi orangutan diangkut menggunakan kendaraan umum dari Aceh menuju Medan.

Tersangka akan dijerat dengan UU No. 5 tahun 1990 dan PP RI No. 7 tahun 1999 yang menyebutkan bahwa "Barang siapa dengan sengaja menangkap, memiliki, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan atau memperjual belikan binatang/hewan yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati akan diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling lama Rp. 100.000.000 rupiah.

Trimakasih TFCA Sumatera dalam upaya mendukung operasi penegakan hukum ini.

No comments:

Post a Comment