Wednesday, 27 July 2016

PERDAGANGAN ORANGUTAN SELAMANYA KEJAM

Sebelum mengalami penderitaan di tangan pedagang illegal satwa dilindungi, bayi orangutan mengalami trauma pertama dengan diambil paksa dari induknya, yang dapat dipastikan telah terbunuh oleh pemburu. Empat bayi orangutan ini dipastikan akan hidup dalam kelompok tanpa asuhan dari induknya.

Keempat bayi orangutan telah dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan SOCP di Sumatera Utara setelah dilakukan penyerahan oleh Direskrimsus Mabes Polri dan BKSDA Sumatera Utara. Keempatnya akan menjalani pemeriksaan medis hingga bisa dipastikan tidak ada penyakit yang diderita.

Selama dalam perjalanan dari Aceh Selatan menuju Medan, tiga bayi orangutan disimpan dalam kandang kecil dan sempit. Ketiganya tampak sering saling berpelukan dan berbagi makanan, sedangkan satu bayi yang lebih besar dalam kondisi leher terikat tali nilon dan dimasukkan dalam karung dengan satu lubang untuk bernafas.

Pedagang di Aceh akan  menjual keempatnya kepada pedagang dengan harga yang relatif murah tidak mencapai puluhan juta rupiah. Jika sudah sampai di luar Sumatera bayi orangutan dihargai hingga lebih dari 50 juta rupiah.

Kejahatan perburuan dan perdagangan orangutan masih terjadi karena tingginya permintaan dan kian menurunnya jumlah orangutan di habitat alaminya.

No comments:

Post a Comment