Friday, 30 December 2016

CATATAN KRIMINAL AKHIR TAHUN PENEGAKAN HUKUM SATWA DILINDUNGI

ANIMALS.ID TAHUN 2016

Hingga akhir tahun 2016 Animals Indonesia bekerja bersama dengan berbagai LSM peduli satwa yang ada di Indonesia dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku pedagang illegal satwa dilindungi di Sumatera yang didukung oleh The Forest Conservation Action Sumatra dan penanganan satwa dilindungi yang ada di Jawa.

Januari 2016
BKSDA Resort Malang dibantu Animals.ID dan JLC melakukan penyitaan satu ekor Lutung Jawa dewasa di Desa Tegalweru, Dau, Malang. Menurut pengakuan pemilik lutung betina tersebut, lutung diperoleh dengan harga 250 ribu dari seorang pemburu konvensional menggunakan anjing buru asal Desa Gumuk, Dau, Malang. Saat beli lutung dari pemburu, ada 4 ekor bayi lutung yang dibeli oleh warga asal Kota Malang untuk dijual kembali melalui Facebook.

Februari 2016
Animals Indonesia, APE Warrior COP dan ZSL memfasilitasi Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pedagang kulit Harimau Sumatera (Pantera tigris sumatrae) asal Musi Rawas Sumatera Selatan. Dari tangan tersangka berhasil diamankan kulit harimau sumatera beserta tulang belulang lengkap. Dari pengakuan tersangka sudah sering mempedagangkan berbagai jenis satwa dilindungi terutama harimau yang diperolehnya dari pemburu dari kawasan TNKS.

Mei 2016
Ditjen GAKKUM Seksi II Jawa Timur, Polres Banyuwangi didukung Animals.ID dan APE Warrior COP melakukan operasi tangkap tangan pedagang Lutung Jawa (Trachypitecus auratus) asal Banyuwangi Jawa Timur. Dari tangan tersangka berhasil diselamatkan 4 ekor bayi lutung yang masih berwarna merah dan 2 ekor remaja. Menurut pengakuan tersangka, lutung didapatkan dari jaringannya di Jember yang diperolehnya dari pemburu lokal. Tersangka menawarkan lutung jawa dan satwa lainnya melalui Facebook dan BBM. Untuk pengiriman barang menggunakan jasa angkutan bus antar kota antar porovinsi dan jasa pengiriman kereta barang. Kini keempat lutung jawa tersebut dalam perawatan medis tim JLC di Coban Talun Kota Batu.

Juli 2016
Ditipter Mabes Polri dibantu oleh Animals.ID, APE Warrior COP dan JAAN berhasil mengamankan dua orang tersangka, satu orang berasal dari Lampung berhasil ditangkap di Terminal Kampung Rambutan dengan barang bukti berupa satu ekor Orangutan Sumatera (Pongo abelli). Orangutan tersebut kini menjalani rehabilitasi di PPS Cikananga. Pada bulan yang sama juga berhasil ditangkap satu orang pedagang Orangutan Sumatera (Pongo abelli) asal Aceh di Medan Sumatera Utara dengan barang bukti berupa 4 ekor anakan Orangutan Sumatera (Pongo abelli). Kini keempat orangutan tersebut dalam perawatan SOCP di Medan.

Agustus 2016
Ditjen GAKKUM Seksi II Jawa Timur bersama Polsek Karangpilang Surabaya dibantu Animals.ID dan APE Warrior COP melakukan penangkapan tersangka pedagang illegal satwa dilindungi asal Surabaya. Dari tangan tersangka berhasil diamankan 4 ekor Kukang Jawa (Nicticebus coucang) dan 2 ekor Lutung Jawa (Trachypitecus auratus). Tersangka adalah pedagang berbagai jenis satwa dilindungi yang laku dijual terutama jenis burung elang. Dari pengakuan tersangka telah melakukan bisnis illegal ini sejak tahun 2014 dengan menjual berbagai burung elang kepada anggota falconery Surabaya dan kota lainnya di Jawa Timur. Lutung jawa dan Kukang Jawa tersebut kini dirawat di JLC guna dilepasliarkan kembali ke habiatnya. Kini tersangka dalam proses persidangan dan menunggu vonis di pengadilan Negri Surabaya, Jawa Timur.

September 2016
Seorang pedagang Kukang Jawa (Nicticebus coucang)  dan Lutung Jawa (Trachypitecus auratus) berhasil diamankan dari tangan seorang pedagang asal Lamongan. Operasi gabungan ini terdiri dari Ditjen GAKKUM Seksi II Jawa Timur, Polres Lamongan dibantu oleh Animals.ID dan APE Warrior COP. Tersangka adalah seorang pelajar yang sejak tahun 2015 tergabung dalam anggota falconery Lamongan. Dengan tingginya permintaan burung elang oleh anggota club illegal tersebut, tersangka berinisiatif memenuhi permintaan tersebut dengan membeli burung elang dari pemburu yang ada di Gresik, Jember dan Banyuwangi. Tersangka memanfaatkan jasa bus antar kota dalam mengirimkan satwa kepada pembeli dan menggunakan Facebook dan BBM serta IG dalam menawarkan barang jualannya. Tersangka tak sendirian dalam mencari satwa dilindungi, namun dibantu oleh rekan satu club nya untuk mencari pembeli dan satwa.

Oktober 2016
Perkembangan club falconery di Palembang tidak seramai di Jawa, namun perkembangan di tahun 2016 cukup signifikan. Hal ini terbukti dari hasil pendalaman yang dilakukan Animals Indonesia selama tahun 2016 kususnya untuk perdagangan burung raptor mengalami peningkatan.

Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan dibantu Animals.ID dan APE Warrior COP berhasil menangkap seorang pedagang burung elang asal Palembang. Menurut pengakuan tersangka yang juga anggota club falconery asal palembang ini mengatakan bahwa, selama ini permintaan berbagai jenis burung elang di Sumatera Selatan cukup tinggi terutama untuk memenuhi permintaan pembeli asal Lampung dan Jakarta. Burung elang tersebut didapatkan pelaku dari pemburu di kawasan Sumatera Selatan bagian timur pada. Pemburu biasanya menandai pohon dan sarang burung elang saat musim kawin dan bertelur sehingga pada musim tersbut akan banyak didapatkan hasil buruan.

Desember 2016
Animals Indonesia menerima laporan dari masyarakat adanya pemeliharaan  illegal Lutung Jawa di Kota Malang. Animals Indonesia meneruskan laporan tersebut kepada BKSDA Resort Malang untuk segera ditindak lanjuti dengan melakukan penyitaan. Dari dua lokasi yang berbeda yakni di Sawojajar dan Klojen kota Malang berhasil dilakukan penyitaan 2 ekor Lutung Jawa (Trachypitecus auratus) betina. Kini kedua lutung tersebut dirawat di JLC untuk menjalani rehabilitasi.

No comments:

Post a Comment