Thursday, 22 December 2016

DIPELIHARA ILLEGAL SELAMA 4 TAHUN, DUA EKOR LUTUNG JAWA DISITA BKSDA

Dua ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) betina hari ini (21/12/16) disita oleh BKSDA Resort Malang dari dua lokasi yang berbeda di Kota Malang dibantu Animals Indonesia, Javan Langur Center (JLC) dan Orangufriends COP Malang.

Terkurung sendiri dalam kandang besi sempit, Otan, demikian nama panggilan seekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) betina yang dipelihara Agus Urip di kawasan perumahan Sawojajar Danau Maninjau Barat 2 B25 Kota Malang. "Lutung jawa ini pemberian teman sebagai hadiah karena warnanya merah menarik dan lucu" demikian kata bu Urip saat dilakukan pemantauan oleh tim BKSDA Resort Malang dan Animals Indonesia.

Saat bayi, bayi lutung  sangat lucu biasa diajak bermain di kawasan perumahan. Kian dewasa, Otan semakin agresif dan selalu coba serang warga yang bertamu ke rumah. Demi keamanan, Otan dikurung dalam kandang besi dengan asupan buah dan sayur.

Meski terawat  baik dalam kandang, Otan sering melakukan gerakan stereotip, hal ini sebagai tanda satwa  sangat stres karena tak memiliki kebebasan dan teman sebagai bentuk primata adalah satwa sosial.

Kedua, Lutung jawa bernama Tasrim terbelenggu rantai pada pinggang terikat kuat pada pohon di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Samaan selama 4 tahun tanpa atap pelindung dari hujan dan terik matahari.

Meski tak mampu bergerak bebas karena rantai yang melilit terlalu pendek, Tasrim termasuk lutung yang agresif dan sulit dijinakkan. Hal ini sesuai dengan pengakuan warga bahwa lutung ini sering gigit dan cakar warga yang sedang berziarah atau sekedar kerja bakti bersihkan makam. Tasrim kondisinya lebih tragis dengan asupan makanan ala kadarnya tergantung warga yang lewat dan merasa iba untuk memberi makanan, bahkan sering konsumsi roti dan makanan manusia lainnya.

Lutung betina ini didapatkan warga di pemakaman umum tersebut saat bayi berwarna merah dalam kondisi terluka sedang dikejar anjing. Diduga kuat bahwa bayi lutung tersebut peliharaan warga sekitar terlepas dan masuk komplek pemakaman.

Keberadaan dua lutung jawa tersebut diketahui oleh Animals Indonesia dan COP setelah adanya laporan dari warga sekitar dan diteruskan ke BKSDA Resort Malang untuk dilakukan penyitaan.

Kini kedua lutung tersebut dievakuasi dan dirawat di pusat penyelamatan lutung jawa (JLC) di Coban Talun Kota Batu untuk mendapatkan perawatan medis dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya setelah melalui proses rehabilitasi.


Memelihara satwa dilindungi adalah tindakan illegal melanggar hukum dan setiap pelakunya dapat dijerat UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam  karena tindakan melawan hukum.

No comments:

Post a Comment