Wednesday, 28 December 2016

NANTIKAN VONIS UNTUK BISA KEMBALI KE ALAM

Hingga akhir tahun 2016 masih belum ada hasil penelitian pasti  menyebutkan jumlah Kukang Jawa di habitat alaminya di Jawa Timur, namun tingkat perburuan satwa yang aktif di malam hari ini masih terus bergulir, terbukti dari hasil penelusuran Animals Indonesia dan APE Warrior COP didapatkan bahwa jalur perdagangan satwa endemik ini diawali dari kawasan hutan konservasi dan hutan lindung yang berada dalam pengawasan Perhutani.

Selama tahun 2016 Animals Indonesia telah menangani dua kasus perdagangan Kukang Jawa yakni di Kota Surabaya yang ditangani langsung oleh Gakkum Seksi II Jawa Timur dan Polsek Karang Pilang dan yang kedua adalah kasus perdagangan Kukang Jawa di Kota Lamongan yang juga ditangani oleh Gakkum dan Polres Kota Lamongan.

Dari dua kasus perdagangan Kukang Jawa itersebut berhasil diamankan enam ekor kukang jawa yang seluruh kondisinya masih liar dengan struktur gigi utuh. Hal ini sebagai bukti bahwa rantai perdagangan kukang ini masih di tangan pertama atau kedua setelah pemburu. Biasanya pemburu dan pedagang akan memotong taring dan gigi kukang untuk menghindari gigitan kukang saat dipamerkan untuk dijual atau di tangan pembeli.

Belum ada hasil medis prosentasi harapan hidup kukang pasca pangkur taring dan gigi, yang jelas kukang mengalami infeksi gusi dan mulut karena kejamnya proses tersebut. Tak segan pedagang menggunakan pemotong kuku, gunting dan gergaji besi untuk memangkur gigi primata tak berekor ini. Kukang biasanya mati berlahan karena rasa sakit yang diderita dan infeksi mulut, sehingga tak mampu konsumsi makanan yang menyebabkannya mati secara berlahan.

Seluruh Kukang dari kedua kasus perdagangan yang ditangani Gakkum tersebut  dalam proses perawatan medis dan pemulihan kondisi fisik di Javan Langur Center (JLC) dan menunggu proses hukum dan putusan hakim kepada kedua pelaku agar dapat dilepas liarkan kembali ke habitat alaminya.

Beberapa waktu yang lalu tim Gakkum Seksi II Jawa Timur dan Kejaksaan telah melakukan pengecekan barang bukti dan  kondisi kukang di JLC agar tidak terlalu lama kberada dalam perawatan agar dapat segera kembali ke alam liar di hutan yang ada di Jawa Timur karena seluruh kukang tersebut adalah kukang liar yang dicuri dari habitatnya di hutan kawasan konservasi.

No comments:

Post a Comment