Wednesday, 1 March 2017

OWA; SATWA AKROBATIS ARBOREAL BANYAK DIJUAL ILLEGAL

Terdapat tiga spesies Owa di Indonesia yakni di Jawa yang disebut dengan Owa Jawa, Owa Sumatera dan Owa Kalimantan. Dari ketiga subspesies owa tersebut, Owa Jawa termasuk dalam kategori terancam/kritis yang dapat ditemukan hanya di hutan tropis di Jawa Barat hingga perbatasan Jawa Tengah. Dari 16 jenis owa yang ada dalam daftara IUCN Red List, satu dianggap rentan, 11 dianggap langka dan 4 dianggap kritis salah satunya Owa Jawa yang terancam punah.

Owa Sumatera termasuk dalam keluarga Hylobatidae yakni spesies kera kecil tanpa ekor dengan rambut berwarna abu-abu. Owa termasuk jenis satwa berpindah tempat menggunakan tangan/bergelantungan dan menghabiskan waktu sepanjang hari di atas pohon (arboreal monkey). Beraktivitas pada siang hari. Jenis makanan utama adalah buah-buahan yang sudah matang, dedaunan dan terkadang memakan serangga sebagai tambahan protein.

Dalam kehidupan sosial, Owa Sumatera termasuk hewan yang bersifat monogami, yaitu hanya mempunyai satu pasangan dengan masa berbiak pada betina selama 3 tahun sekali dengan masa kehamilan selama 7 bulan.

Lambatnya masa berbiak dan setia hanya pada satu pasangan bukanlah menjadi penyebab utama kian terancamnya Owa di habitatnya namun karena perdagangan illegal satwa dilindungi menjadi faktor utama percepatan penurunan owa di habitatnya. Pemburu mendapatkan bayi Owa Sumatera dengan mebunuh induknya terlebih dahulu menggunakan senapan. Induk Owa akan mempertahankan bayi yang diasuhnya dalam dekapan dan semakin dibawa ke puncak pohon saat terluka hingga mati.

Untuk itu bisa dipastikan satu bayi Owa di tangan pedagang berarti terdapat satu atau dua ekor induk owa telah dibunuh oleh pemburu. Bisa dipastikan pasangan yang masih hidup akan menjadi individu soliter.

No comments:

Post a Comment