Saturday, 15 July 2017

ANIMALS INDONESIA; TAK MUNGKIN ELANG JAWA HASIL BREEDING FALCONER

Elang Jawa adalah salah satu spesies elang berukuran sedang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang Negara Republik Inonesia, yaitu Garuda. Namun, hingga kini tingkat perdagangan Elang Jawa kian tak terkontrol. Hasil temuan Animals Indonesia satwa ini banyak beredar di Sumatera terutama di Sumatera Selatan dan Padang, karena falconer di kedua kota tersebut sedang berkembang dengan pesat. Selain Sumatera, Elang Jawa mulai diminati falconer di Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Dari kasus yang ditangani Animals Indonesia di Malang didapati temuan bahwa pelaku rutin penuhi permintaan falconer dari kedua wilayah tersebut.

Layaknya satwa endemik lainya di Indonesia, Elang Jawa setingkat dengan Harimau Sumatera dan Orangutan yang pemeliharaannya hanya dengan izin presiden. Tentunya bukan hal mudah untuk mendapatkan rekomendasi tersebut. Namun permintaan yang tinggi sebabkan satwa ini dengan mudah beredar karena tergiur harga dan keuntungan yang berlipat. Dari pengakuan AD dan DS saat di kantor Polres Malang didapati bahwa setiap ekor Elang Jawa yang laku akan didapati keuantungan hingga satu juta rupiah. Tentu bukan nilai sedikit jika dilihat dari cara kerja dan metode transaksi yang digunakan.

Pembeli dan penjual tak pernah saling bertatap muka dalam transaki, bahkan lebih banyak menggunakan jasa rekening bersama demi keamanan penjual dan pengiriman satwa dengan jasa bus, travel dan kereta.

Dari pengakuan pelaku, Elang jawa dan elang lainnya yang berhasil diamankan diperoleh dari pemburu di kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Pemburu mendapati satwa dengan menandai sarang aktif menggunakan sistim kalender musim bertelur. Tak segan pemburu mengambil telur untuk ditetaskan sendiri guna menghindari pemburu lainnya.

Untuk Elang dewasa, pemburu menggunakan jaring jebak untuk menangkap dari ketinggian. Hal ini terbukti dari beberapa Elang Jawa usia dewasa yang masih liar.

Beberapa pengakuan tersangka yang pernah ditangani menyatakan bahwa elang yang mereka jual adalah hasil breeding. Hal ini tentu dengan sangat mudah untuk dibantah karena untuk izin pemeliharaan hanya dengan izin presiden dan butuh ongkos yang besar hingga mendapatkan anakan dari penangkaran tersebut.

Pemburu akan dengan mudah mendapati burung elang di kawasan konservasi dan hutan lindung dengan memanfaatkan kelemahan sistim penjagaan dan pengawasan petugas. Tentu bukan perkara mudah untuk menjaga populasi dan ekosistem Elang Jawa yang kian sedikit.

No comments:

Post a Comment