Friday, 21 July 2017

MENGENASKAN, INDUK LUTUNG DIBUNUH UNTUK DIAMBIL BAYINYA

Di berbagai kesempatan diskusi, edukasi dan kampanye publik, Animals Indonesia selalu menekankan bahwa, untuk mendapat bayi  primata, pemburu akan membunuh induk terlebih dahulu. Mengapa hal demikian dilakukan, semata disebabkan primata adalah hewan sosial hidup dalam kelompok dengan strata khusus, sehingga anggota kawanan akan menyerang pemburu jika induk tidak dimatikan dan kawanan kelompok diusir menjauh. Dalam temuan studi prilaku Lutung Jawa di Semeru tahun 2006 didapati bahwa dalam satu kelompok primata mencapai 25 ekor individu dengan satu jantan dominan. Untuk itu kecil kemungkinan pemburu bisa selamat  dari serangan Lutung Jawa jika induk tidak dibunuh dan anggota kelompok diusir menjauh.

Terkait dengan kasus perburuan seperti itu, hari ini banyak laporan dari masyarakat masuk ke hotline, email dan telpon Animals Indonesia terkait seorang pemburu bernama Ardy Putra yang memamerkan hasil buruan di media sosial Facebook berupa satu ekor bayi Lutung sedang mendekap erat induknya yang sudah tak bernyawa akibat tertembus peluru senapan.

Animals Indonesia telah menindak lanjuti laporan tersebut dengan menyampaikan kepada pihak terkait untuk dilakukan penyelidikan dugaan pembunuhan satwa tersebut. Meski belum jelas lokasi pemburu dan jenis Lutung tersebut, yang pasti kasus perburuan satwa yang semakin langka karena fragmentasi habitat, perdagangan tak dapat dibiarkan. Pelaku harus mendapatkan hukuman yang sepadan. Jika benar korban adalah Lutung Jawa maka sudah jelas termasuk dalam jenis dilindungi.


Perburuan seperti ini bukan sekedar menjadi hobi, namun keuntungan dari penjualan hasil buruan cukup menggiurkan. Lutung akan dipasarkan secara online dan berakir dalam pangkuan para pecinta primata. Hal demikian layaknya dua mata uang yang saling berkaitan. Adanya perburuan karena selalu adanya permintaan, dan adanya permintaan karena selalu adanya perburuan. Hal demikian adalah dua sisi yang tak dapat dipisahkan.

No comments:

Post a Comment