Friday, 14 July 2017

TIM GABUNGAN RINGKUS JARINGAN PEDAGANG ELANG JAWA DI MALANG

Jual  beli satwa dilindungi negara kembali digagalkan petugas gabungan dari GAKKUM Jabalnusa dan Polisi Polres Malang didukung Animals Indonesia dan Center for Orangutan Protection di Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Dari operasi penangkapan  berhasil diamankan dua pelaku berinisial AD dan DS dengan barang bukti berupa 16 ekor burung elang, diantaranya tiga ekor Elang Jawa, delapan ekor Elang Brontok, tiga  ekor Elang Hitam, satu ekor Elang Alap-Alap Tikus, satu ekor burung hantu Kukuk Beluk Sumatera (Bubo sumatranus), dan satu ekor Ular Phyton. Elang Jawa diperolehnya dari Garut, Jawa Barat untuk diedarkan di wilayah Jawa Timur dan wilayah lain di Indonesia.

Pelaku sudah sering memperdagangkan berbagai jenis burung elang melalui media sosial sejak 2015. Selama ini kedua pelaku tidak pernah bertemu dengan calon pembeli, elang dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Tim gabungan mengamati tersangka selama enam bulan. Dari pengakuan tersangka setiap minggu selalu ada burung yang laku di jual minimal dua ekor. Jika ditotal maka sudah ratusan ekor burung elang dari berbagai jenis sudah dijual oleh kedua pelaku.

Dari penangkapan ini akan dilakukan pengembangan terhadap jaringan pelaku yang selama ini memasok burung elang dan pedagang lainnya yang ada di Jawa Timur yang namanya sudah dikantongi petugas.

Seluruh satwa hasil penyitaan tersebut akan dititipkan di pusat rehabilitasi elang di Kamojang, Bandung untuk dilakukan perawatan hingga proses hukum terhadap pelaku berkekuatan hukum tetap dan satwa bisa dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.


Atas perbuatan keduanya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Lingkungan dengan ancaman denda hingga satu milyar dan hukuman 5 tahun kurungan penjara.

No comments:

Post a Comment