Wednesday, 13 September 2017

BEREBUT PULAU SEMPU

Animals Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sempu lakukan aksi simpatik di halaman River Side lokasi dilakukannya sosialisasi Cagar Alam Pulau Sempu Malang. Aliansi yang terdiri dari berbagai LSM dan pemerhati konservasi di Malang Raya ini sepakat menolak upaya pemanfaatan kawasan Pulau Sempu untuk aktivitas illegal wisata alam yang selama ini terjadi pembiaran, apalagi penurunan status cagar alam (13/9).

Aktivitas murni yang boleh dilakukan dalam kawasan Cagar Alam hanyalah pendidikan dan penelitian, selebihnya terlarang melakukan aktivitas selain dua point tersebut. Perlu diketahui, status konservasi Cagar Alam adalah status konservasi tertinggi di Indonesia.

Dari catatan BKSDA Jawa Timur  tahun 2013 sebanyak 30.000 pengunjung tanpa simaksi masuk cagar alam Pulau Sempu. Hal ini berbanding terbalik dengan 107 kunjungan penelitian dan 99 kunjungan pendidikan dalam satu tahun. Untuk itu Aliansi Peduli Sempu menolak segala upaya pemanfaatan Cagar Alam Pulau Sempu untuk kepentingan komersil. Dengan adanya perhitungan tersebut perputaran uang di kawasan ini sangat tinggi, sehingga banyak pihak diuntungkan meski tak pernah masuk dalam pendapatan negara.

Dengan terbitnya Keputusan Menteri Kehutanan RI No. SK: 314/Menhut-II/2013  tentang penurunan status Cagar Alam Nusa Barong di Puger, maka menempatkan Cagar Alam Pulau Sempu menjadi kawasan Cagar Alam utuh tersisa terakhir yang berbentuk pulau di pesisir selatan Pulau Jawa.

Untuk itu Aliansi Peduli Pulau Sempu menarik kesimpulan agar segera dilakukan pengutan kelembagaan BKSDA dalam menjalankan peran pengamanan kawasan Cagar Alam Pulau Sempu dalam penegakan hukum dengan melibatkan berbagai pihak untuk menghentikan kunjungan wisatawan di kawasan Cagar Alam Pulau Sempu, serta diperlukan upaya sistematis lintas sektoral untuk penguatan status hukum Cagar Alam Pulau Sempu, baik secara formal maupun faktual di lapangan, hal ini didasarkan pada kebutuhan keberadaan standart kawasan konservasi sekelas cagar alam utuh dalam bentuk pulau di pesisir selatan Pulau Jawa.

Dengan adanya evaluasi setiap lima tahun  kawasan konservasi termasuk cagar alam Pulau Sempu menunjukkan bahwa tekanan pada kawasan ini semakin tinggi dengan terlibatnya para pihak yang turut bermain dalam mengambil keuntungan ekonomi dari keberadaan cagar alam ini terutama penambang dan guide yang selama ini sudah merasakan dampak langsung keberadaan pulau Sempu. Pembiaran yang selama ini dilakukan oleh pemangku menjadi blunder yang menyerang balik dan menuntut agar dicarikan solusi terbaik untuk semua pihak, yang tentunya tidak mudah dan perlu proses yang panjang.

Untuk itu pernyataan sikap aliansi yang menolak segala bentuk upaya penurunan status cagar alam pulau Sempu dan mendukung upaya penguatan kelembagaan BKSDA dalam mengamankan kawasan cagar alam pulau Sempu menjadi rekomendasi yang sangat tepat, meski harus bertentangan dengan para pihak yang berupaya menurunkan status pulau Sempu meski tidak berani secara terbuka. 

No comments:

Post a Comment